IBX5980432E7F390 Psikologi Trading: Stop Loss, Hedging dan Cut Loss Dalam Money Management Forex - Forexnessia

Psikologi Trading: Stop Loss, Hedging dan Cut Loss Dalam Money Management Forex



Stop Loss, Hedging dan Cut Loss adalah cara-cara untuk membatasi kerugian dalam forex trading.Stop Loss berarti kita memasang order otomatis untuk meng-closed suatu posisi pasa saat harga menyentuh level harga tertentu dimana harga tersebut menjadi batas dimana kita “sanggup menahan maksimal kerugian” Kita bisa menentukan sendiri, berapa banyak kerugian yang sanggup kita tanggung pada saat kita memasang Stop Loss ini. Mengenai teknik menentukan SL ini, sudah pernah saya bahas di artikel terdahulu

Hedging atau Locking ini maksudnya kita membuka posisi buy dan sell secara bersamaan atau tanpa meng-close salah satu posisi.  Dalam prakteknya, kita bisa menggunakan pending order maupun instant execution untuk melakukan hedging guna melindungi satu posisi. Saya juga pernah membahas tentang masalah hedging sebagai pengganti SL dalam artikel terdahulu

Sedangkan Cut Loss adalah meng-closed suatu posisi secara manual. Ketiga cara tersebut bisa kita lakukan untuk membatasi kerugian, tentu saja kecuali kita memang akan membiarkan modal tergerus habis alias MC. Hehehe… Terus, mana sebenernya dari ketiga cara tersebut yang paling efektif ? Yah, sebenernya sih tergantung “selera” dari masing-masing trader sih…  Stop Loss sifatnya lebih pasti, karena suatu posisi akan otomatis tertutup pada saat kita anggap kerugiannya sudah terlalu besar. Tentunya besar kecilnya kerugian untuk setiap posisi ini sudah kita perhitungkan dalam trading plan kita. Jadi, secara psikologis, SL tidak menimbulkan keragu-raguan.

Hedging atau Locking banyak dipilih oleh trader yang menginginkan batas kerugian  yang lebih fleksibel, artinya, kerugian tetap dibatasi, akan tetapi masih menyimpan harapan bahwa posisi yang terfloating negatif akan dapat ditutup dengan profit. Hedging apabila dikelola dengan baik, memang akan lebih memnugkinkan kita untuk menutup satu posisi dengan profit. Akan tetapi, perlu kesabaran, ketelitian, dan juga disiplin dalam margin management dalam melakukan hedging.

Banyak hedging yang justru berakibat tambahan koleksi floating negatif yang akhirnya berujung pada MC  Kesulitan utama dalam hedging memang dalam margin management dan dalam membuka locking-nya. Membuka locking untuk trader yang belum berpengalaman memang sering menimbulkan keragu-raguan. Seringnya sih kita ragu, kapan waktu yang tepat untuk membuka locking atau menutup posisi hedge ini dengan meng-closed satu posisi.

Pertanyaan yang berkecamuk sih biasanya: “Close sekarang ato gak ya? Close sekarang, jangan-jangan trend masi terus berlanjut… jadinya yang minus makin gedhe, sedangkan yang plus udah keburu ditutup.  Kalo gak close sekarang… jangan-jangan trendnya keburu balik arah… jadinya malahan gak jadi dapet untung deh… “

Memang membutuhkan kesabaran plus keyakinan yang tinggi sih…  pada saat membuka locking ini  Temen trader yang biasa menggunakan hedging menyarankan untuk membuka locking dan terus menjaga posisi serta melakukan scalping untuk menutup kerugian apabila trend masih berlanjut. Cara ini tentunya butuh ketenangan dan psikologis yang matang supaya tidak mudah terpancing oleh gerakan chart yang terkadang “menipu”

Saran lainnya bagi anda yang ingin menggunakan cara hedging ini, gunakan hedging hanya apabila available margin lebih besar dibanding used margin. Apabila margin sudah tipis, mending gunakan saja SL atau sekalian Cut Loss ajah Nah, Cut Loss biasanya adalah pilihan terakhir untuk membatasi kerugian. Saya pribadi pake Cut Loss biasanya kalo udah bosen liat floating kelamaan.

Hihihi… Tentunya ini bukan contoh yang pantas ditiru yaa… Banyak juga kok.. temen-temen trader yang murni scalper, dan hanya melakukan semua tindakan secara manual, termasuk meng-close transaksi, baik dalam keadaan profit maupun dalam keadaan loss, yang berarti melakukan Cut Loss, dalam kondisi floating yang gak terlalu banyak seperti yang biasa saya lakukan… hehehe…

Ok deh… alternatif manapun yang akan anda pilih untuk membatasi kerugian, semua tergantung anda  Semuanya perlu “keberanian” tersendiri Yah…, temen trader saya bilang…  memang profesi trader itu butuh nyali dan mental yang kuat. Terutama tentunya pada saat harus menanggung resiko kerugian dan melakukan tindakan untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Jangan sampai karena kita ragu dalam membatasi kerugian, akhirnya harus dipaksa oleh broker untuk menutup semua posisi, alias Margin Call… hehehe…

Berlangganan Untuk Mendapatkan Artikel Terbaru: