IBX5980432E7F390 Jenis Order dalam Forex Trading Yang Perlu DIketahui Oleh Trader - Forexnessia

Jenis Order dalam Forex Trading Yang Perlu DIketahui Oleh Trader


Halo sahabat trader Indonesia. Kali ini saya akan membahas tentang jenis-jenis order yang terdapat dalam dunia perforexan.

Bagaimana mungkin seorang trader forex bisa melakukan transaksi tapi nggak tau transaksi apa yang ingin dilakukan? Meskipun beberapa jenis order dalam dunia forex sudah sangat familiar karena sudah sering kita dengarkan, namun ada beberapa jenis order yang perlu dipelajari untuk bisa memahaminya. Ok deh, langsung aja ya...

JENIS-JENIS ORDER NORMAL FOREX

Order Market

Ini adalah jenis order paling sederhana dalam trading, yang perlu kita lakukan adalah buy atau sell pada harga terbaik yang tersedia.

Misalnya harga jual untuk EUR/USD saat ini adalah 1.3315 dan harga beli adalah 1.3317. Jika ingin membeli EUR/USD di pasar, maka kita akan membelinya di harga 1.3317. Kita akan klik order buy dan platform trading kita secara otomatis akan mengeksekusinya pada harga tersebut.

Order Limit-Entry

Ini adalah order yang dapat kita gunakan untuk buy di bawah harga market atau sell di atas harga market, di harga tertentu.

Contoh : EUR/USD saat ini tengah diperdagangkan di harga 1.2320. Kita ingin trading short saat harga mencapai angka 1.2345. Maka kita bisa memilih:

    Duduk menunggu di depan komputer sampai akhirnya pair tersebut menyentuh harga 1.2345, lalu klik order sell. Atau... 
    Kita bisa mengatur order limit pada 1.2345, kemudian kita bisa pergi keluar dengan teman-teman, dan ketika harga mencapai 1.2345 maka dengan sendirinya transaksi kita akan terbuka.

Intinya, dengan order Limit-Entry platform trading kita akan dengan otomatis mengeksekusi order sell atau buy pada harga yang sudah kita set.

Order Stop-Entry

Order ini adalah kebalikan dari Limit-Entry. Dia berguna untuk melakukan aksi buy di atas harga market atau sell di bawah harga market, pada kisaran harga tertentu.

Contoh GBP/USD saat ini sedang diperdagangkan pada harga 1.4545 dan saat ini sedang bergerak naik. Jika kita yakin harga akan meneruskan pergerakkannya saat ini dan menyentuh angka 1.4567, maka kita bisa mengatur order Stop-Entry pada angka tersebut, dan ketika ternyata benar harga bergerak naik ke harga tersebut, maka dengan sendirinya buy stop kita tadi akan terbuka menjadi transaksi buy.

Order Stop-Loss

Order ini adalah tipe order yang dihubungkan pada trading dengan tujuan untuk mencegah kerugian semakin parah, ketika harga bergerak di luar perkiraan. Karena itu, penting bagi kita untuk mengingat order ini.

Seandainya GBP/USD yang tadinya bergerak naik dari kisaran 1.4545 ke 1.4558, ehh, ternyata di tengah penantian panjang kita, pair itu malah berbalik dan turun ke 1.4535. Untungnya...kita sempat memasang Stop-Loss sehingga kita "hanya" rugi 10 pip.

Order Trailing-Stop

Order Trailing-Stop adalah tipe order yang dipasang pada trading ketika harga mengalami fluktuasi.

Katakanlah kita ingin trading short untuk pair USD/JPY di angka 100.80, dengan Trailing-Stop pada pip ke 20. Artinya, kita sudah menentukan Stop-Loss pada 101.00. Ketika harga bergerak turun dan menyentuh angka 100.50, maka order Trailing-Stop kita secara otomatis akan turun menjadi 100.70.

Hanya saja, dengan order ini kita akan stagnan di harga tersebut dan (TIDAK BERGERAK). Trailing-Stop tidak akan melebar saat harga bergerak berlawanan dengan keinginan kita. Singkat kata, setelah berhenti di kisaran 100.70, harga tersebut tidak akan bergerak lagi jika tiba-tiba harga bergerak ke angka 100.60.

Dengan order Trailing-Stop trade kita akan tetap terbuka selama harga tidak bergerak melawan 20 pip yang sebelumnya telah kita tentukan pada order Trailing-Stop. Begitu harga menyentuh Trailing-Stop kita, maka order Stop-Loss akan terpicu dan posisi kita akan ditutup.

Berlangganan Untuk Mendapatkan Artikel Terbaru: